Simple Lesson : Perbedaan partikel “wa” dan “ga” Dalam Bahasa Jepang


It’s been a while since my last entry..setelah 1 bulan dan 13 hari lamanya, akhir nya muncul juga ide apa yg mo ditulis di sini haha malah mungkin ini bisa dibilang sbg pengisi kekosongan aja biar blog gw ga suram2 amat ==”

Sebelumnya dalam bhs Jepang banyak banget partikel2 yg tentunya punya fungsi yg beda2 juga. Di antaranya yg baru gw tau selama ini : wa ga wo ni no to ya de mo ka. Nah yg gw maksud “pengisi kekosongan” ini adalah gw mo ngasih sedikit pencerahan tentang perbedaan paling mendasar antara partikel “wa” dan “ga” mengenai peran mereka dalam kalimat2 bahasa Jepang. I’ll tell you beforehand, you’ll often encounter these particles on Japanese sentences, so it’s best for you to know a little bit about the difference between the two of them. Bisa dibilang wa dan ga itu “serupa tapi tak sama”. Ok daripada kelamaan bertele2 ga jelas, mending langsung ke penjelasannya yok.

Sederhananya, wa adalah penanda topik dan ga adalah penanda subjek. Makin mumet? gpp emg wajar buat orang yg baru belajar2 bhs Jepang dan langsung kebentur masalah perbedaan ini. Mungkin beberapa contoh di bawah ini bisa jadi lampu terang buat agan2 sekalian. Contoh ini juga sebenernya gw dapet dari hasil Googling (tentu nya dengan sedikit sentuhan dari gw), dan karena contoh ini lumayan ngasih lampu hijau buat gw, jadi gw sering nginget2 contoh ini buat ngebedain wa dan ga.

______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

“what is your name?”    “onamae wa nan desu ka?”

“who is tomiero?”   “tomiero wa dare?”

______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Dalam bhs Inggris, salah satu jawaban yg mungkin adalah “I am tomiero” dan ini sah2 saja buat jadi jawaban atas 2 pertanyaan itu, ya kan? Walaupun sebenarnya banyak variasi jawaban lain. Sedangkan dalam bhs Jepang, di sinilah wa dan ga memainkan peran yg berbeda. oh iya gw kasih clue lagi, kalo menggunakan wa, inti dari kalimat/inti dari yg ingin disampaikan adalah yg datang sesudah wa. Sedangkan ga, inti dari kalimat/inti dari yg ingin disampaikan adalah yg datang sebelum ga. Oleh karena itu, salah satu jawaban yg mungkin dalam bhs Jepang :

watashi … tomiero desu sbg jawaban atas “onamae wa nan desu ka?”

watashi … tomiero desu sbg jawaban atas “tomiero wa dare?”

nah skarang tinggal nentuin, wa dan ga disisipkan dimana nih? sebelum itu, coba kita analisa dulu pertanyaannya.

“what is your name?” / “onamae wa nan desu ka?”

Dalam kalimat interogatif ini, sang penanya mengharapkan informasi dari sang pendengar mengenai “nama lo apaan sih? / nama lo siapa sih?” jadi kalo dihubungkan dgn jawabannya, bagian yg gw bold merupakan bagian terpenting bagi si penanya : I am tomiero / watashi … tomiero desu.

“who is tomiero?” / “tomiero wa dare?”

Sedangkan dalam kalimat interogatif ini, sang penanya udah tau kata “tomiero”, dan yg ingin dia tanya adalah “tomiero itu siapa / tomiero itu yg mana sih?” jadi dengan kata lain, bagian yg gw bold merupakan bagian terpenting bagi si penanya : I am tomiero / watashi … tomiero desu.

Nah kliatan kan sekarang bedanya? Pertanyaan pertama mengharapkan “tomiero” sbg jawaban, sedangkan pertanyaan kedua mengharapkan “watashi” sbg jawaban. Balik ke clue yg tadi gw kasih :

wa, inti dari kalimat/inti dari yg ingin disampaikan adalah yg datang sesudah wa.

ga, inti dari kalimat/inti dari yg ingin disampaikan adalah yg datang sebelum ga.

Voila! sekarang udah bisa jawab kan? untuk pertanyaan pertama jawabannya adalah “watashi wa tomiero desu” dan pertanyaan kedua jawabannya adalah “watashi ga tomiero desu” Ini sekaligus menjelaskan beberapa contoh kalimat2 lain yg menggunakan wa dan ga.

“kyou wa atsui otenki desu ne..” “today is hot, isn’t it?” “hari ini panas ya” <– yg menjadi inti kalimat itu adalah “panas” nya. Sedangkan “kyou” hanya berperan sebagai topik pembicaraan di situ.

“dare ga watashi no shokuji wo tabemashita ka?” “who ate my meal?” “siapa yg ngabisin makanan gue nih?” <– yg menjadi inti dari kalimat ini adalah “siapa?” soalnya sang penanya pengen tau siapa yg ngabisin makanan dia, dan bukan apa yg diabisin oleh siapa tersebut..(ea agak ngebingungin kali ya)

Memang sih agak tricky buat ngebedain peranan wa dan ga dalam kalimat. Simply put, wa works to emphasize what that comes after it, whereas ga tends to emphasize what that comes before it. Mungkin segitu aja dulu, tar kalo ada niat lagi bakal gw tulis artikel2 menarik lainnya. Kalo niat lho wkwkw

Many thanks to those who taught me the very basic rule of learning Japanese. Especially my senpais at IDWS Forum.

About these ads
    • teman ka yogi
    • August 5th, 2010

    nice inpo gan

    sepertinya TS maho nih

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: